Kehilangan

Posted: May 1, 2009 in Kontemplasi, Tazkiyatun Nafs, Umum

Pernahkah kau mengalami kehilangan? Kehilangan sesuatu ternyata begitu menoreh gundah dan duka, padahal sebelumnya keberadaannya tidak mendapat penghargaan yang selayaknya. Hanya sebagian sirna namun seolah terenggut segala. Padahal, bukankah lebih banyak yang tersisa dibanding yang tiada? Setidaknya, kau masih punya jiwa, yang membuat segalanya jadi ada nilainya. Apa gunanya kau mendapat emas tak terhitung banyaknya bila kau kehilangan meski hanya satu nyawa.

Sekiranya kau mencari pelipur lara, maka pandangilah burung-burung yang membelah angkasa raya. Membentang sayap sebagai pertanda merdeka. Melayang, mengendarai angin dengan ringannya. Begitu bahagia. Sebab tak membawa beban apa-apa. Hidupnya untuk hari ini. Makanannya sekedar saat ini. Tidak ada simpanan apalagi tabungan bagi masa depan, karena diartikan sebagai sebentuk kecemasan, yang akan menodai kegembiraan.

Jika demikian, maka melepaskan ikatan kepemilikan atas sesuatu dapat menjadi pernyataan kebebasan. Sehingga, menghilangkan sesuatu berarti jalan menuju kemerdekaan. Sebab, pada umumnya, kau tidaklah memperbudak apa yang kau miliki. Kau justru diperbudak olehnya. Lukamu dan dukamu yang mendalam saat kehilangannya merupakan buktinya.

Dan, jika kesedihanmu masih juga angkuh bersemayam pada singgasananya, maka lihatlah mereka yang tidak memiliki apa-apa sejak semula. Juga mereka, yang terbujur tanpa daya, dalam kungkungan rumah sakit, yang sebenarnya adalah penjara. Atau mereka, yang tertidur dalam gulita bawah jembatan atau lorong tak bertuan, dari kota yang bermandi cahaya.

Kemiskinan bagimu, merupakan kekayaan bagi orang lain, yang bahkan tidak cukup berani untuk memimpikannya. Maka, mari hayati sejenak petuah nabawi:

انْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ

“Lihatlah kepada yang di bawahmu, dan janganlah memandang kepada yang di atasmu. Sebab yang demikian itu lebih layak bagimu untuk tidak meremehkan nikmat-Nya kepadamu.” [Shahīh Muslim IV/2275/2963.]

Kehilangan, hanyalah sebuah pelajaran bahwa sejati yang kita miliki bukanlah benda, melainkan amal nyata, yang kelak diperhitungkan oleh-Nya.

Sebenarnya, aku tidak sedang melipur dukamu, apalagi mengguruimu, Kawan. Aku hanya tengah membincangi diriku sendiri.

(April 2009, sambil duduk menunggu di tempat pencucian motor, setelah kehilangan sesuatu.)

Comments
  1. Lukman Al-hakim says:

    Ishbir…Ustadz. Tak ada yang lebih baik dari dunia dan isinya selain kita masih diberi nikmat berada di jalan Allah Subhanahu wata’ala dan senantiasa mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
    Allah akan mengganti dengan yang lebih baik, sesuatu yang lebih baik yang kita tidak tahu apa nkmat tersebut sebagai pengganti atas ikhlas atas sesuatu yang hilang.

    Tanggapan:

    JazakumuLlah khairan atas tanggapan dan nasehatnya….

  2. akhi junedi says:

    semoga allah mengganti yang lebih baik darinya..amin

  3. Ahmad Fajar says:

    La tahzan ustadz … ternyata kita bernasib sama …

    insyaallah Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik untuk Antum….

  4. Iwana Nashaya says:

    Izin copas ya, Pak.. (dengan mencantumkan link)

    silaken, syukran…

  5. aisha says:

    awalnya tersesat hingga menemukan postingan ini, sungguh tersesatnya saya ke blog anda pastilah bgn dari ketetapan Allah
    jakallahu khairan…ijin share ya pak

    silaken… syukran

  6. bilal says:

    izin copas ya ustadz jazakallahu khairan

  7. aditamaputra says:

    terimakasih ustadz

  8. Assalamualaikum
    Ketika kehilangan motor supra di Masjid Agung Pemalang, Hatiku Gunah.
    Setelah baca artikel ini, hati lebih merdeka
    Terima kasih
    Lanjutkan dakwah di dunia Maya dan dunia nyata kami mendukung mu..
    azaakallah Khair wa barokallahu Fiika..

  9. abuzaid says:

    pantaslah para ulama mengatakan bahwa harta dunia engkau yang harus menjaganya sementara ilmu ia yang akan menjagamu di dunia dan akhirat…benar ndak ustadz…..!!! klu ada waktu lihat-lihat blog kita ustadz..siap tahu ada keliru tlg dinasihati…

  10. […] : https://adniku.wordpress.com/2009/05/01/kehilangan/#more-175) Entri ini ditulis dalam Renungan oleh admin. Buat penanda ke […]

  11. Ekha says:

    sungguh menyentuh..

  12. dufal says:

    izin share akh..jazakallahu khair

  13. […] Kehilangan – Friday, May 01, 2009 – Abu Faris […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s